DPU Klaten "Terancam Bangkrut" 2 Bulan Gaji THL Diminta Kembali

Klaten mattanews.com – Ratusan tenaga harian lepas (THL) yang selama ini bekerja di Dinas PU dan ESDM Klaten resah, menyusul adanya kebijakan dari kepala Dianas PU dan ESDM Klaten, Jawa Tengah Ir.H.Abdul Mursyid yang mengharuskan kepada seluruh THL mengembalikan 2 bulan gaji mereka yang sudah diterima. Kebijakan ini langsung membuat para THL resah dan keberatan, karena uang tersebut sudah habis digunakan untuk keperluan hidup sehari - hari.

Para tenaga harian lepas yang bekerja di dinas PU klaten sejak bulan Januari lalu menerima gaji sebesar Rp 1,021.600. Namun secara tiba tiba pada akhir Maret muncul surat edaran yang ditandatangani kepala PU Klaten Ir.H. Abdul Mursyid,MT yang isinya, bagi seluruh tenaga harian lepas (THL) untuk mengembalikan sebagaian uang honor mereka yang sudah diterima selama ini dengan batas waktu pengembalian Juni 2015.
Dalam surat tertanggal 27 Maret 2015, nomor 900/629/17, disebutkan bagi para THL hanya berhak atas honor sebesar Rp 700 ribu/bulan, sesuai standar Bupati Klaten H.Sunarno.SE. Hal tersebut mengacu pada usulan perubahan penyesuaian upah THL yang dilakukan pada perubahan anggaran bulan Juli 2015 mendatang. Dengan adanya kebijakan tersebut maka bagi setiap tenaga THL memeliki kelebihan gaji sebesar Rp 653.200/selama 2 bulan. Kelebihan itu harus segera dilunasi paling lambat bulan Juni mendatang.
“Jujur mas, berat sekali kalau saya harus mengembalikan sebagian uang honor, walau dengan cara dicicil sekalipun. Selama ini uang habis buat makan sehari hari dengan keluarga dan transport kerja. Kalau sekarang saya harus mengembalikan uang terebut, dari mana saya dapat uang sebanyak itu. Honor saja hanya Rp 1 juta/bulan.”, ujar salah salah satu tenaga harian lepas.

Hal senada diungkapkan oleh beberapa tenaga harian lepas. Karena jika harus mengembalikan 2 bulan honor mereka yakni Januari dan februari, berarti  bulan Maret dan Mei mereka hanya akan menerima gaji sekitar Rp 400 ribu/bulan. “ Baru kali ini terjadi di Klaten sebuah dinas pemerintah keliru dalam menggaji pegawainya. Mereka enak tinggal main potong, tapi kita sebagai buruh kecil yang tercekik merasakannya”, ujar THL asal Klaten Selatan.  

Sementara itu beberapa tokoh dan politisi Klaten sangat menyayangkan atas nasib yang menimpa tenaga harian lepas di lingkungan Dinas PU Klaten. Hal yang sangat disayangkan, bagaimana sebuah instansi sebesar Dinas PU Klaten bisa membuat kesalahan dalam menganggarkan gaji karyawan. Apapun alasanya kurang etis jika gaji tenaga harian lepas yang kecil nominalnya harus diminta lagi. Seharusnya Pemda Bijaksana, mencari solusi yang lebih manusiawi.

”Lho kalau mereka sekarang mengatakan gaji THL disesuaikan dengan standar Bupati, lantas apa yang dijadikan dasar dan acuan pada saat menentukan upah mereka sebesar Rp 1,021.00 sebulan, untuk bulan Januari dan Februari kemarin. Kalau begini Yang nggak becus bekerja kepala Dinasnya  atau bagian keuanganya. Apa tidak ada cara yang lebih manusiawi dan bijaksana. Apa karena mereka hanya buruh kecil dan tenaga lepas, lantas diperlakukan seperti itu”, ujar salah satu tokoh masyarakat Klaten.
Ir.H.Drs.Abdul Mursyid.MT,Kepala PU Klaten
Kepala Dinas PU dan ESDM Klaten Ir.H. Abdul Mursyid.MT saat dikonfirmasi tidak bersedia memberi keterangan dengan alasan akan pergi menjemput anaknya. ”Maaf saya mau jemput anak saya dulu”, ujarnya. (tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...