Bupati Klaten.H.Sunarna.SE Panen Padi Pak Tiwi.

Bupati Klaten.H.Sunarna.SE.Saat panen raya di Juwiring Klaten

Klaten mattanews.com - Bupati Klaten H Sunarna mengawali pelaksanaan panen raya padi berbasis organik secara hamparan di lahan persawahan desa Trasan kecamatan Juwiring, Rabu (22/04). Panen padi varitas Pak Tiwi hasil petak contoh fakultas pertanian universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta bekerja sama dengan kelompok tani desa setempat. Pelaksanaan Panen padi dilahan seluas 15 hektar yang dibudidayakan 70 petak

Dalam sambutan yang dibacakan  Asisten I Bidang Kesra Edy Hartanta.SH  Bupati mengatakan, hama wereng pernah menjadi momok bagi petani Klaten. Tapi dengan panenan raya ini membuktikan pemkab dan petani Klaten mampu mengatasi hama wereng. Untuk itu pertemuan tenaga penyuluh dengan kelompok tani harus lebih intensif dilakukan, agar dapat menyerap informasi dan mencari jalan penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi petani. Termasuk ancaman hama yang memang sudah menjadi ancaman serius setiap petani.

Menurut bupati manusia harus adil memperlakukan bumi sesuai dengan hukum alam, agar pertanian dapat membuahkan hasil yang baik dan berkelanjutan. Maka selayaknya manusia harus adil dan arif menjaga dan mengolah titipan alam, agar bumi dan hasilnya dapat tetap lestari. Mampu menjadi tempat hidup dan kehidupan umat manusia.” Pertemuan rutin dan berkala antara petani,kelompok dan tenaga penyuluh harus dilakukan secara berkesinambungan, agar setiap permasalahan yang timbul dilapangan dapat cepat dikethui secara dini. Termasuk jika ada gangguan hama atau lainya,” ujar Bupati.

Sementara itu Wakil rektor bidang penelitian dan pengabdian masyarakat UGM Yogyakarta mengemukakan, pelaksnaan uji coba terhadap padi varitas tahan wereng ini dilaksanakan selama dua kali musim tanam, dimulai minggu ke tiga bulan Juli 2014. Pada musim tanam II yang tumbuh di musim hujan menggunakan sistem Jajar Legawa 6 : 1, dilakukan bekerjasama dengan pihak lain penyedia obat pembasmi tanaman dan pestisida.

Pengembalian Sisa Jerami setelah panen untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sebagai akibat pengurasan unsur hara mkro. Selain itu Penggunaan Pupuk Kandang wajib dilaksanakan untuk menerapkan konsep pengembalian jerami padi, agar membuahkan hasil yang menggembirakan. Metode ini dinilai sangat berhasil, selain hasil panen meningkat tanaman tahan akan serangan hama.  

Sementara ketua kelompok tani Mekar desa Trasan Sunarya mengatakan, pihaknya telah mendapat bibit dan pendampingan dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Berkat pendampingan bantuan bibit varitas tahan wereng Jenis Pak Tiwi, padi berhasil tahan wereng dan membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan. (idi/vet)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...