Bambang "Mbalak" SS. Tidak Minta Jabatan

Mas Bambang Sigit "Mbalak" Sinugroho
mattanews.com – “Jabatan adalah amanah, maka tidak elok jika diminta. Amanah akan datang menghampiri seseorang tanpa harus diminta. Ketika seseorang dipandang pantas menerima, maka jabatan akan datang dengan sendirinya, karena pada hakekatnya amanah adalah bagian dari ibadah yang harus kita kerjakan demi kemahaslatan orang banyak”.

Itulah bagian dari falsafah dan prinsip hidup sosok Bambang Sigit Sinugroho yang akrab dipanggil mas Bambang Mbalak, kepala Bapeda Klaten Tawa Tengah, meyikapi sengitnya persaingan menduduki jabatan yang terkadang membuat seseorang hilang akal sehatnya. Banyak terjadi rebutan jabatan membuat pertemanan yanag dibangun sejak puluhan tahun hancur berbalik menjadi sebuah permusuhan. Orang saling fitnah, bahkan tak sedikit mencari jalan pintas dengan lari ke dukun atau main rekening.

“Kita ini ibarat wayang yang harus siap ketika Sang Dalang memainkan diri kita. Mau dimainkan di awal cerita, diturunkan saat perang atau sama sekali tidak dikeluarkan dari kotak selama pertunjukan semua bisa terjadi, karena sang dalam memang tidak memerlukan peran kita. Hal sama persis ketika kita menjalani hidup ini. Jabatan, rejeki, mati, jalan hidup, semua sudah ada yang mengatur. Kita hanya bisa pasrah dan bersyukur menjalani”, ujarnya saat menerima mattanews.com, dirumahnya Perum gergunung Klaten Utara.

Karena itulah sang komandan Bapeda Klaten ini tidak akan melamar jabatan Sekda Klaten yang akan dibuka awal minggu ini. Dirinya tidak tertarik dan tidak akan ikut mendaftar, walau secara normatif kepangkatan serta jabatan , dirinya sangat layak dan memenuhi persyaratan yang di tentukan. Hal tersebut semakin dikuatkan, ketika dirinya minta persetujuan pada istri dan anak anaknya. Dimana sang istripun “ kurang merespon “ dengan baik.  

Saat ini persaingan jabatan sekda yang telah kosong selama 3 tahun, semakin ketat untuk diperebutkan. Apalagi Badan kepegawaian Daerah Klaten sudah membuka pendafataran. Namun demikian Bambang mengaku tidak tertarik sama sekali.” Amanah datang kepada sesorang, jika Yang Diatas memandang orang tersebut layak mendapatkanya. Maka sayapun tidak akan mengejar itu. Namun jika Amanah datang dan “nyampir” dipundak saya, maka saya siap menjalankan amanah itu, demi kesejahteraan rakyat. Karena itu adalah ibadah untuk diamalkan”, ujarnya.

Hujan turun rintik rintik cenderung deras. Kopipun sudah siap dimeja teras depan rumah yang tampak asri dipenuhi tanaman hias yang dirawatnya sendiri. Secangkir kopi dan nyamikan wader goreng, membuat obrolan mattanews dengan mantan orang nomor satu di Badan Pengelola Keuangan Daerah) Klaten ini semakin asyik. Sukses mas bambang Mbalak.(vet)    
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...