Awas "Begal" Gaji Berkeliaran di Kantor Pemkab

mattanews.com -  Lama warung hik cakrukan cak rikun tutup. Tanpo pemberitahuan, tanpa ada selebaran, tiba tiba mak pet. Warung tutup nyaris sebulan penuh, membuat para penggila wadangan hik cakrukan jadi kelimpungan. Namun kangen itu sedikit terobati, sejak apagi cak Rikun dan yu cemplon sudah mruput ke pasar, cari dagangan. Katanya sih nanti malem mulai buka lagi.

Benar. Cak Rikun tampaknya juga nggak mau berlama lama ngganggur dan membuat massa pendukungnya kecewa alias gelo. Malam itu 4 tiker digelar sekaligus didepan HIKnya. Dagangan komplit plit. Mulai dari wadang serbat jahe rasa Israel, hingga nyamikan welut goreng, jadah bakar, hingga peyek wader. Semua tersedia demi memuaskan pelangganya yang sebulan lebih tak merasakan kehangatan “bincang malam ala cakrukan cak Rikun”.

Walau belum bisa fuul house, tapi pengunjung warung cak rikun lumayaan penuh. Tampak pakde Muji, mbah Oseng, den baguse panjul, lik Mitro, kang Soleh dan mas Kuntet sudah asyik nyruput jahe anget dan kopi susune Yu Cemplon. “ Neng ndi wae cak, kok nyaris sebulana lebih turup tanpa kabar berita”, ujar mas Kuntet.
“Pulang kampung kang. Mbalik neng Trenaggalek, netakke anak lanang, sesuk arep mlebu SD, men ndang cepet gede”, jawab cak rikun. “Lho sekarang yang lagi gayeng apa pak. Sebelan nggak mambu Klaten, mungkin ada yang baru”, kata cak rikun balik bertanya.

“Wah kalau itu tanya den baguse panjul atau pakde muji, dia pasti tahu, wong sobone turut jroning pemerintahan. Ya di njeron betheng yo diluar arena”, jawabnya.
“Pokoknya komplet cak. Mau yang politik, ekonomi, korupsi apa, pemerintahan semuanya lagi hangat dan   jadi tranding topick di jagad pemerintahan Klaten dan sekitarnya”. Terang den baguse.

“Yang jelas kalau masalah politik, baru saja ada gabungan partai politik di Klaten yang menyatakan bersatu dalam mengadapi Pilkada. Namanya koalisi KLATEN AD1 AYA. Anggotane Golkar, PKS,PAN,PPP dan Gerinda. Sebentar lagi yang akan gabung HANURA, PKB, PBB dan mungkin Nasdem. Mereka sepakat nglumpuk dadi siji ndadekke Bupati sik bener bener iso kerjo, resik, jujur, gelem mbangun Klaten dan masyarakatnya, ora mung nggedekke wetenge dewe”, ujar pakde muji.

“Tapi yang lebih hot lagi, masih ada lho. Yakni pemotongan gaji tenaga harian lepas di lingkungan dinas PU. Opo ra mesakke cak. Bayangin saja gaji Cuma Rp700 ribu sebulan mau dipotong Rp 300 ribu. Lho berarti kerja sebulan full hanya nompo duit Rp 400 ribu. Apa gak kasihan cak”, potong den baguse panjul.
“Lho kok bisa begitu den, Opo pimpinane ki yo ra duwe peri kehewanan po?” sela mbah oseng sajak melu gethem gethem ndengerin keterangane den baguse panjul.

“Gini lho mbah”, lik Mitro menjelaskan. Bulan Januari 2015 kantor PU kan merekrut tenaga THL alias tenaga harian lepas. Mereka bekerja diberbagai sektor. Ada yang jadi tukang sapu, pembersih, tukang angkut sampah,di Damkar daan lainya. Saat masuk konon mereka “juga harus mbayar pada oknum tertentu” agar bisa diterima.

Setelah diterima, mereka bekerja dengan upaah kerja sebesar Rp 1.026.000/bulan.Tapi baru 3 bulan kerja, tiba tiba gaji mereka diturunkan menjadi Rp700 ribu/bulan. Alasanya ada kekeliruan.Dan kelebihan gaji bulan Januari dan Februari yang terlanjur diterima harus dikembalikan. Ini yang membuat para thl marah, sedih, resah daan bigung. Marah merasa dipermainkan, bingung, karena gak punya uang untuk mengembalikan. Resah karena ada ”ancaman” jika tidak mau mengembalikan akan dipecat.“ Lho Gimana mbah, apa tidak kasihan. Mlebu kerja nganggo duit, bayare mung sitik, mung dinggo dolanan poro – poro yang diatas,  apa nggak menyedihkan”, ujar lik Mitro.

“Lho dulu sebelum menentukan besaran gaji apa kepalanya nggak koordinasi dengan  bagian keuangan. Atau memang disengaja, siapa tahu bisa lolos biar bisa punya turahan”, sela pakde teller yang datang belakangan.
“ Itu Masalahnya pakde. Kelihatanya kepalane PU, sengaja buat aturan dan standar sendiri. Apa maksud dan tujuannya kita nggak tahu. Tapi yang jelas semua terbongkar saat ajuan gaji sampai di meja kepala Keuangan semua ditolak mentah mentah. Pejabatnyapun kaget. Mengapa Kepala PU bisa membuat anggaran gaji sendiri dan tak mau mengikuti aturan sendiri” jelas Lik Mitro.
"Lho katane sampek ditanting sama kepalanya Keuangan. Mau diterusin pake aturan sendiri apa mengikuti aturan Bupati. Kalau mau buat aturan sendiri dipersilahken, tapi kalau sampai ke ranah hukum dan diperiksa kejaksaan,silahken tanggung sendiri", potong cak rikun.
"Betul.. memang ada teguran alias tantangan dari petugas sing gaweyane mbyari pegawe. Mosok mung Kepala Dinas arep gawe aturan dewe ora manut pemerintahan", jawab lik Mitro

“Wah berarti ada beberapa dugaan. Pertama kepala PU mau bermain dengan bemper para tenaga harian lepas. Kepala PU ne memang goblok, mungkin ora mudeng aturan. Ngurus birokrasi disamakan dengan ngurusi tukang batu”, tanya den baguse Panjul.

“Wah yen aku cocok alasan yang kedua, den baguse panjul”, potong mnah oseng. “ Lho kan yen menurut aturan kepalane PU durung wayahe dadi pimpinan, lha wong pangkatnya saja saat itu baru III B. Kok tiba tiba bisa mencelat jadi kepala PU dan berpangkat IV B. Apa ini nggak ajaib en main bim salabim”, terang Mbah Oseng.      
“Bisa saja mas. Karen dulu dia mantan atlet lompat galah atau lompat tinggi. Maka sekali lompat bisa nyalip beberapa tingkatan”, ujar pakde Muji. Makane jaman sekarang kita yang penting kita harus eling dan waspodo. Jika diluar banyak begal. Didalam birokrasipun sekarang banyak begal. Begal proyek, begal gaji, dan begal jabatan.(red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...