Anggota Brimob Gondowulung Jogya,Meninggaal saat Berenang di Pluneng Klaten.

Kapolsek Kebonarum. AKP.M. Waleri
Klaten mattanews. com -  Anggota Brimob dari kesatuan Brigadir mobil (brimob) Gondowulung Yogyakarta, tewas saat latihan renang di kolam pemandian Tirtomulyono Pluneng, Desa Kebonarum, Klaten Jawa Tengah.  Aipda Wardoyo warga Desa Gandu, Potoromo Bantul Yogyakarta meninggal sekitar pukul 9 pagi, Selasa (21/4), dalam perjalanan menuju rumah sakit Cakra Husada Klaten yang berjarak sekitar 2 kilo dari tempat kejadian.

Beberapa sumber di TKP menjelaskan saat itu rombongan brimob dari detasemen A Pelopor yang tergabung dalam pleton II berangkat dari Yogyakarta sekitar pukul 7.30 menuju ke pemandian Pluneng Klaten. Kegiatan tersebut merupakan latihan rutin bagi para anggota Brimob Yogyakarta yang dilakukan setiap bulan sekali. Seperti biasa sebelum melakukan renang semua anggota yang terdiri dari 11 personil melakukan kegiatan pemanasan serta doa. Namun entah mengapa tiba tiba 5 meter menjelang finis almarahum tampak tak bergerak dan langsung mendapat pertolongan dari rekan rekannya.

Saat itu sebagai komanadan regu ( Danru) almarhum) tidak menunjukkan tanda tanda sakit atau mengalami kelainan kesehatan. Bahkan sebelum renang, sebagai danru almarhum semepat memberi beberapa nasehat pada anak buahnya. Hanya sempat mengeluh pada salah satu anak buahnya jika kedua kakinya lemas.” Saata itu beliau sempat mengeluh kakinya lemas. Tapi kondisi badan lainya sehat. Bahkan sebelum berangkat kita semua sudah sarapan”, ujar salah satu anak buah almarhum.

Saat mulai berenang di kolam berkedalaman sekitar 3 meter dengan panjang sekitar 50 meter, amarahum tiadak menunjukkana tanda tanda mencurigakan. Namun saat 5 meter akan mencapai batas kolam tiba tiba yang bersangkutaan tampak tak bergerak hanya sekali menaggapai tangan dan terdiam. Sontak beberapa anak  buah yang ada disekaitar kolam langsung terjun menyelamaatkan komandannya. Pertolongana pertama dilakukan namun tiadak membuahkana hasil. Saat itu juga almarhum dilarikan kerumah. Namun belum sempat mendapat penanganan medis dari dokter rumah sakit nyawa lamarhum tak dapat tertolong.

Kapolsek Kebunarum AKP Waleri selakau pembina wilayah tersebut membenarkan kejadian yang menimpa angota brimbon dari Detasemen A Pelopor, Gondowulung Yogyakarta. Menurut Kapolek, ada dugaaan smentara yang bersangkutan mengalami kram perut saat berenang. Namun secara apasti masih menunggu keterangan dari tim dokter yang berwenang. “Disini kami selaku aparat di wilayah sifatnya hanya membantu proses pengamanan serta mengamankan TKP. Untuk segala sesuatu yang lebih detail semua menjadi hak dan kewenangan kesatuannya di Yogyakarta”, ujarnya.
Rekan dan anak buah lamarhum
Beberapa rekan dan anak buah almarhum tampak tak mampu menahan air mata kesedihan menyaksikan kematian sang komandan. Menurut keterangan beberapa anak buahnya, almarhum selama ini dikenal sosok yang baik, pendiam dan tak pernah neko neko. Sehingga kepergiannya yang begitu mendadak membuat meraka shok tak percaya dan sangat kehilangan.

”Selama ini beliau tidak pernah mengeluh punya penyakit serius. Pembawaanya selalu ceria dan baik dengan siapa saja. Beliau adalah komandan saya yang baik dan tak pernah macam - macam. Orangnya baik dan rajin beribadah. Almarhum saat ini berusia 40 tahun, meninggalkan seorang istri dan dua orang anak”, ujar beberapa anak buah almarhum.(tev)

Share on Google Plus

Salam mattanews com

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...