Troketon Siap Jadi TPA Modern Berteknologi Jerman



Klaten mattanews – Dalam sebulan terakhir ini masalah sampah membuat para pejabat di jajaran Pemkab Klaten “gerah”. Lautan sampah di Klaten muncul dimana – mana. 250 meter kubik sampah /sehari tidak terangkut. Penutupan TPA Jomboran dan Joho di Prambanan membuat 8 meter kubik sampah/hari, di wilayah perkotaan menggunung diberbagai sudut kota, pasar dan jalan jalan. Polisi bau, kotor dan kumuh sempat “menyandera” warga perkotaan selama 2 bulan lebih.

Menyikapi hal tersebut Bupati Klaten Sunarno, SE meminta agar paihak PU tidak berlarut larut dalam menangani sampah. Hasilnya tidak tanggung tanggung, Klaten akan segera memiliki tempat pengolahan limbah sampah modern berteknologi Jerman senilai 150 millir. Untuk negara di Asia baru Tiongkok yang memiliki, disusul Indonesia tahun depan.

Kepala PU Klaten Drs Abdul Mursyid MT didampingi Kabid Pertamanan dan Kebersihan Juwito menjelaskan, pemerintah Jerman akan memberi hibah bantuan guna penanganan sampah di Indonesia. Untuk tahap pertama nanti akan dibangun di 7 daerah, dengan nilai bantuan sebesar Rp 1,5 trilliun. Dana tersebut masih ditambah sebesar Rp 150 millir/kabupaten guna pengadaan sarana dan prasarana.

7 Daerah yang akan mendapat bantuan dari negera Jerman antara lain, Lombok, Palembang, Magelang, Klaten, Bogor, Malang dan gersik Jawa Timur. Dalam proyek terebut daerah diminta menyediakan lahan minimal seluas 5 hektar. Karena di lokasi TPA nanti akan dibangun pusat pengolahan limbah modern, sehingga sampah akan diubah menjadi komiditi ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Akan ada lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, disamping limbah sampah tidak lagi jadi musuh masyarak tapi bermanfaat untuk pertanian, energi dan lainya.   

Untuk Klaten menurut Mursyid lahan yang telah dipersiapkan ialah TPA Troketon di wilayah Pedan. Saat ini semua proses negoisasi pembelian lahan warga tengah berlangsung. Guna mengantisipasi pihak ketiga yang bermain, dalam proses ini akan dibentuk tim independen sebagai juru taksir harga tanah. Sehingga masyarakat benar benar dapat menikmati hasilnya dan tidak merasa dirugikan.
 
” Untuk proses pembebasan tanah, akan dilakukan tim independen yanag terdiri dari berbagai unsur guna melakukan taksir harga tanah. Sehingga tidak ada pihak ketiga yang bisa bermain di proses ini. Rakyat  bisa menerima  harga jual yang wajar dan tidak dirugikan”, tegasnya.


Untuk mempercepat proyek itu segera berjalan Mursyid menegaskan awal Mei dirinya dan Bupati akan bertolak ke Jerman dan Tiongkok guna mendapat training dan pengetahuan seputar pengolahan limbah modern. Kedepan TPA Troketon akan menjadi pusat percontohan pengolahan limbah modern berteknologi canggih yang ada di Jawa tengah. Karena baru 2 kabupaten yang akan mengetrapkan teknologi ini yakni Klaten dan magelang.(tev)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...