Sang Juara Yang Tetap Rendah Hati

Mattanews - Tidak semua event yang diikuti selalu membawa kenangan manis. Menurut Haffis remaja yang punya hobi tidur dan nge game ini, dirinya pernah kecewa saat mengikuti kejuaraan  Sirnas di Jogyakarta.

 “ Saat itu saya benar benar kecewa mas, karena kondisi badan tidak fit membuat saya tidak bisa tampil maksimal, sehingga hasilnya sangat mengecewakan”,ujarnya. Namun menurutnya ada juga kenangan pertandingan yang paling berkesan, yaitu saat mengikuti Sirnas di palangkaraya.

Haffis Nur Adila
Melihat prestasi membagakan yang dimiliki anaknya, Sri Hadi sang orang tua hanya bisa berharap, anak pertamanya ini dapat memberi yang terbaik bagi daerah dan bangsanya di dunia Bulu tangkis. Sebagai orang tu dirinya selalu berdoa semoga cita cita anaknya yang ingin menjadi juara dunia di kelas ganda putra dapat tercapai.” Kita hanya berdoa dan selalu memberi semangat dan motivasi, agar terus berlatih lebih keras lagi jika ingin meraih sukses lebih besar lagi”, ujarnya.

Saat ini, menurut orang tua haffis kalender kegiatan anaknya cukup padat. Selain terus berlatih di Club Jarum kudus jakarta, agenda paling dekat mengikuti kejuaraan Sirkuit Nasional di manado Sulawesi Utara bulan ini.  Setelah itu mengikuti kejuaran USM Open Internasional di Semarang.
 
Haffis memang salah satu potret anak berprestasi yang sudah selayaknya dicontoh oleh genersi muda lainya. Walau sudah banyak prestasi nasional dan internasional, dirinya tetap tidak sombong.
 Selalu berbaur dengan teman sebaya saat ada di rumah dan enak diajak ngobrol. Tapi jangan heran jika dirumah dia lebih seneng main game atau tidur. Karena itu memang sudah menjadi hobinya sejak kecil. Dan kalau sudah begini biasanya kedua orang tuanya hanya bisa geleng geleng kepala.  (tev)
      
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...