RSUD Bagas Waras Klaten. Siap Layani BPJS dan Jemput Pasien

Klaten mattanews – Saat ini Klaten masih kekurangan  bed (tempat tidur pasien) dari seluruh rumah sakit yang ada di Klaten, Jawa Tengah baru tersedia sekitar 850 bed. Padahal dari jumlah penduduk Klaten yang kini mencapai sekitar 1,3 juta jiwa, idealnya minimal bed yang tersedia 1300 unit bed. Kekurangan inilah yang akhirnya menggerakkan Bupati klaten H, Sunarno SE, mendirikan Rumah sakit daerah di Buntalan Klaten yang diberi nama RSUD Bagas Waras. Diharapkan RSUD ini mampu menjawab kekurangan bed pasien bagi masyarakat Klaten, dalam memperoleh layanan kesehatan.

Dirut RSUD Bagas Waras
dr. Limawan Budi Wibowo. Mkes, Dirut RSUD Bagas Waras

“ Saat ini kami terus melakukan pembenahan serta penataan. Baik penataan personal, tenaga medis hingga penataan ruang serta peralatan medis. Jika semua telah selesai  maka secepatnya rumah sakit ini kita buka secara umum dan siap berpartisipasi dalam melayani masyarakat Klaten dan sekitarnya”, demikian dijelaskan dr. Limawan Budi Wibowo. Mkes, direktur Utama RSUD Bagas waras saat menerima mattanews diruang kerjanya.

Rumah Sakit bagas Waras adalah rumas sakit daerah yang pertama kali dimiliki Klaten. Berbagai pertimbangan dan kajian telah dilakukan sebelum, akhirnya memilih desa Buntalan sebagai lokasi tempatnya. Menurut dr. Limawan, Buntalan tempat yang sangat strategis bagi keberadaan rumah sakit, karena mampu menjangkau masyarakat yang ada di wilayah, Trucuk, Kalikotes, Cawas, Bayat, Sukoharjo bahkan Gunung Kidul. Akses jalan serta letak geografis sangat memungkinkan pasien dari arah Selatan dan timur akan merujuk ke RSUB Bagas Waras.

“ Secara umum kami menerima pasien dari mana saja. Tapi jika melihat letak geografis serta kedekatan emosional warga, kedepan akan banyak pasien yang datang dari arah selatan, seperti Gunung Kidul, Sukoharjo, Cawas, Bayat, Trucuk, Kalikotes, Wedi dan sekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari akses jalan dan letak geografis rumah sakit”, ujar Limawan.

Menyinggung kesiapan rumah sakit sendiri, sang Direktur yang mantan Kabid Pelayanan Kesehatan Kantor Dinas Kesehatan Klaten ini belum dapat memastikan kapan secara resmi rumah sakit yang nantinya memiliki 247 bed ini akan dioprasionalkan. Namun jika melihat dari persiapan yang terus dilakukan diharapkan pertengahan tahun 2015 sudah dibuka.” Ya paling lambat akhir tahun sudah siap menerima pasien mas”, tegasnya.

Mengedepankan keramahan serta kenyamanan pelayanan, RSUD Klaten yang memiliki Unggul dalam pelayanan paripurna dan berkeadilan, RSUD kedepan akan menuju pada sebuah rumah sakit keluarga, dimana pasien yang berobat akan benar benar merasa nyaman dan terlayani dengan baik. Seakan mereka tidak sedang berada di rumah sakit. Metode dan prinsip ini menurut dr Limawan yang akan diutamakan dan dibudayakan di RSUD Bagas Waras, sehingga masyarakat atau pasien benar benar mencintai rumah sakit ini, seakan  milik mereka.


Menyinggung keterlayanan pasien BPJS yang selama ini mengklaim dirinya kurang mendapat layanan baik saat berobat dirumah sakit, dengan tegas dr Limawan mengatakan hal itu tidak akan terjadi di RSUD Bagas Waras Klaten. Menurut Limawan, justru rumah sakit ini akan mengajak para peserta BPJS berobat ke sini. Karena meraka akan dilayani dengan sangat baik. Itu bagian dari penjabaran motto kami yakni Paripurna dan Berkeadilan. Disini semua pasien sama, tidak ada diskriminasi pasien, apalagi peserta BPJS.” Tidak hanya pasien BPJS, nanti kami siap menjemput pasien kerumah rumah jika memang kondisi pasien tidak memungkinkan datang sendiri ke rumah sakit”, tegasnya.

Dengan berbagai fasilitas yang ada seperti, taman bermain anak, ruang publik berupa taman, kantin, Mushola, tempat parkir yang luas dan ruang tunggu yang nyaman ditambah tenaga medis yang handal dan  profesional, kedepaan RSUD Bagas Waras diharapkan mampu menjadi rumah sakitnya Wong Klaten. (batavia)   
    
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...