Pemkab Klaten Sosialisasi DBD di Pasar

Klaten mattanews  - Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bersama Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) dan Kodim 0723 Klaten menggelar kegiatan bakti sosial pemeriksaan pengobatan gratis dan sosialisasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Pasar gede atau pasar tiga lantai Klaten, Kamis (26/3)
Kabag Humas Pemkab Klaten Gandung Wahyudi Serahkan Pamflet

Acara yang digelar sejak pagi hingga siang hari ternyata mendapat sambuatan luar biasa. Ruang kantor pasar yang ada dia lantai 2 yang disulap sebagai ruang perawatan penuh sesak. Puluhan pedagang dan pengunjung pasar rela antri untuk berobat. Mulai dari penyakit ringan hingga yang berat.” Lumayan mas. Kita bisa berobat gratis dan konsultasi kesehatan secara Cuma Cuma”, ujar Joko salah satu pedagang.

Berkaitan dengan akan datangnya pergantian musim, Kabag Humas Pemkab Klaten, Gandung Wahyudi Martono menghimbau pada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dilingkungan masing – masing. Karena berdasarkan grafis 5 tahunan, puncak serangan DBD diperkirakan akan terjadi di bulan - bulan ini.
“Dari grafis itu, kami perkiraan puncak serangan penyakit DBD akan terjadi mulai bulan Maret hingga April 2015 mendatang. Maka dari itu kami meminta masyarakat lebih waspada. Bersihkan lingkungan disekitar kita, terutama saluran air, got, parit, kaleng bekas atau taman yang rimbun. Karena ditempat seperti itu nyamuk mudah berkembang biak,” Ujar Gandung di sela-sela kegiatan sosialisasi di Pasar.

Dijelaskan lebih lanjut, data Dinas Kesehatan menyebutkan pada bulan Januari telah terjadi 84 kasus DBD dengan 5 orang meninggal. Kemudian pada bulan Februari turun menjadi 60 kasus dengan 5 orang meninggal. Sedangkan pada Maret hingga pekan ketiga, terjadi 28 kasus dengan 2 meninggal.Namun demikian, kesadaran masyarakat untuk mencegah DBD dengan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN sudah meningkat. Hal ini terbukti dengan adanya masyarakat yang menolak fogging dan sepakat melakukan PSN.“Fogging ini sebenarnya tidak efektif untuk mencegah demam berdarah, justru yang lebih efektif dan aman yakni dengan melakukan PSN melalui 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur),” ujarnya.
seorang dokter RS Cakra saat tangani pasien
Kegiatan baksos dan sosialisasi ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Klaten, Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) dan Kodim 0723 Klaten dalam memerangi dan menekan terjadinya DBD. Karena pasar merupakan tempat yang cukup strategis untuk melakukan sosialisasi dimana semua elemen masyarakat berkumpul di tempat ini untuk melakukan aktivitas jual beli kebutuhan pokok.

Sementara, Direktur Umum Administrasi dan Keuangan RSCH Klaten, Made Sumiarta, SE menjelaskan, program ini merupakan murni kegiatan CSR dan jauh dari berbagai kepentingan yang menunggangi. Selain baksos pengobatan serta pemeriksaan gratis, pihaknya juga membagikan ribuan stiker dan memasang 100 spanduk pencegahan DBD di pasar-pasar dan berbagai tempat strategis.

“Sepanjang tahun 2013 hingga Maret 2015, kami telah melaksanakan 94 kali baksos pengobatan dan penyuluhan gratis. Kegiatan tersebut meliputi seluruh ruang lingkup sub program Klaten Sehat, yakni kampung sehat, sekolah sehat, karyawan sehat dan pasar sehat,” jelasnya. (pras/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...