Pemeliharaan Saluran Drainase Jalan yang Benar

Klaten mattanews – Saat ini banyak jalan yang baru saja dibangun atau diperbaiki hanya dalam hitungan bulan kondisi jalan sudah rusak dan berlobang. Apalagi disaat musim penghujan. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Bagi orang awam biasanya kesalahan langsung ditunjukkan pada kontarktor penggarap. Tudingan miringpun diarahkan pada kontraktor. Mulai dari tudingan  menyalahi bestek, pekerjaan asal asalan hingga kualitas bahan yang digunakan tidak standar.
Pemeliharaan Saluran Drainase
Saluran Drainase Harus Dipelihara

Namun orang terkadang tidak sadar, ada penyebab lain yang menyebabkan mudahnya jalan rusak atau sering terjadinya banjir diperkotaan. Salah satu penyebab utama ialah tidak berfungsinya saluran aiar atau drainase yang ada di kanan kiri jalan.

Kalaupun bahu jalan sudah dibangun dengan benar tetapi tidak diimbangi dengan saluran kiri kanan jalan yang memadai, maka sistem drainase untuk jalan juga tidak berfungsi.
Walau kemiringan jalan sudah baik, kemiringan bahu jalan juga memenuhi aturan yang benar, kemudian air dari permukaan jalan masuk kesaluran kiri kanan jalan, namun terkadang saluran tidak dapat memfungsikan dirinya dengan baik. Ada beberapa hal dan kemungkinan itu terajadi. Diantaranya,

1.     Saluran rusak
2.     Saluran banyak endapan / sedimen tanah
3.     Saluran banyak ditumbuhi tanaman
4.     Banyaknya timbunan sampah di saluran

Untuk mengantisipati hal tersebut perlu adanya pemeliharaan yang dilakukan secara sistematis, meliputi,
1.     Pemeliharaan rutin
2.     Pemeliharaan berkala
3.     Pemeliharaan khusus
4.     Rehabilitasi

Tahapan pemeliharaan seperti diatas belum cukup. Adanya kesadaran akan hidup bersih, seperti tidak membuang sampah di saluran air sangat membantu. Akhirnya mengelola saluran drainase yang baik, perlu dukungan pemerintah dan peran aktif masyarakat, demi kepentingan bersama. (Ir. H Tarmuji MT)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...