Pak Yasto: "Sekda" Yang Tak Ambisi Jadi Sekda.



Klaten mattanws – Sekretaris Daerah atau Sekda adalah jabatan paling tinggi dijajaran Pemerintah Daerah yang banyak diburu PNS karena merupakan puncak karier yanag paling bergengsi. Dengan pangkat eselon IIA, tidak mudah seorang PNS bisa duduk nangkring dijabatan semi politis ini. Selain harus memenuhi persyaratan cukup banyak, misalnya golongan, pangkat, pernah menduduki 3 kali jabatan eselon IIB. Mau jadi sekda juga harus punya "Uang sepuluh karung" dan dekat dengan pimpinan. Jika tidak, jangan harap mimpi jadi Sekda. Maka jangan heran jika yang terjadi di birokrasi Pemkab Klaten saat ini terjadi saling sikut, fitnah dan menjatuhkan satu sama lain, demi menggapai kursi Sekda. 

Saat ini suasana politik di “Njeron beteng” Pemkab Klaten memang sedang panas. Mencuatnya kasus K2 yang berakhir pada pencopotan Kepala Badan Kepegawaian Klaten ternyata merembet kemana mana. Salah satunya issu pengisian Sekda yang akan dilakukan sebelum Bupati Klaten mengakhiri masa jabatannya di akhir Desember nanti.

Saat ini hampir semua kadindat atau calon Sekda saling mengklaim mendapat restu Bupati atau dekat dengan orang atas. Belum jadi Sekda namun berperilaku seolah - olah sudah seorang Sekda. Tapi tidak semua pejabat di Klaten gila jabatan Sekda. Drs Sartiyasto,MM adalah salah satunya. Walau sudah 3 tahun menjabat sebagai Plt Sekda Klaten hingga kini, namun tidak pernah ada sedikitpun ambisi untuk merebut kursi tersebut.


Bahkan selama menjabat sebagai Plt Sekda dirinya lebih nyaman ngantor di ruangannya sendiri Asisten III, ketimbang berkantor di ruang Sekda. Kantor Sekda justru hanya digunakan untuk kegiatan rapat bagi siapa saja yang membutuhkan.

“ 3 tahun waktu yang  lama saya duduk sebagai Plt Sekda. Dan hingga detik ini saya tidak berambisi menjadi Sekda definitif. Plt Sekda dan sekda definitif tugas dan kewajibanya sama. Kalau saya ambisi harus diangkat, berarti saya serakah dong. Padahal idealnya jabatan sekda definifit hanya 2 sampai 3 tahun.”, ujar pak Yasto yang ternyata seorang sniper handal di Klaten anggota Perbakin Jawa Tengah ini.

Tiga kali menduduki jabatan di eselon 2B dan 6 kali di eselon 3, sebenarnya sudah pantas mantan Kepala BKD Klaten ini diangkat sebagai Sekda definitif. Namun lagi lagi ditegaskan saat ini dirinya tidak punya ambisi jadi Sekda. Dengan masa tugas sebagai PNS yang masih 6 tahun dirinya justru  memberi kesempatan bagi yang lain untuk menjadi Sekda menggantikan dirinya yang sudah 3 tahun menjabat Plt Sekda.

 Terkait masalah lowongan Sekda, Sartiyasto menegaskan semua hak prerogatif Bupati. Siapa yang akan diajukan dan diangkat sebagai Sekda semua tergantung Bupati. Tentunya calon yang masuk harus memenuhi beberpa persyaratan normatif yang telah ditentukan. Karena untuk Sekda nantinya akan ada tim Seleksi yang bertugas menilai patutkah calon tersebut jadi Sekda. Komposisi tim seleksi adalah 55 persen dari Unsur Pemkab dan 45 persen dari luar, antara lain, akademisi, profesional, tokoh masyarakat dan lainya.

Pejabat senior dia jajaran Pemkab Klaten yang satu ini memang cukup aneh. Disaat orang berlomba mengincar kursi Sekda dirinya justru enggan menjadi Sekada. Ketegasan itu dapat dilihat dalam kesehariannya beliau ngantor di Pemkab Klaten. Tak pernah menggunakan ruangan Sekda. Dan enjoy jajan di kantin Pemda akrab berbaur bersama wong cilik, adalah keseharianya.

Sementara setiap hari libur atau Minggu waktunya digunakan untuk berburu. Banyak orang tak menyangka jika sang “Sekda” ini anggota Perbakin Jawa tengah dan salah satu penembak terbaik di Klaten bahkan Jawa Tengah yang sertifikat Nasional.( tev/nov)
  
      
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...