Mbah Tentrem Mencoba Untuk Bertahan

Klaten mattanews – Wajah keriput, kulit disekujur tubuh mulai mengering dan pecah - pecah. Tapi siapa sangka jika nenek 72 tahun ini setiap harinya masih mampu mengayuh sepeda ontel penuh muatan sejauh lebih dari 50 km. Berangkat pagi pulang sore. Itulah yang setiap hari dilakukan Mbah Tentrem, penjual alat alat rumah tangga dari bambu. Semua dilakukan demi bertahan hidup dan mempertahankan peralatan rumah tangga tradisional dari gerusan alat modern yang terbuat dari besi dan plastik.

mbah Tentrem, Klaten
mbah Tentrem
Itulah keseharian hidup nenek renta warga Tambong, Kalikotes, Klaten jawa tengah ini. Hanya berbekal sepeda ontel butut tua dan karatan, tanpa mengenal lelah setiap hari menyususri jalan kampung untuk menjajakan dagangannya. Tenggok, tompo, kalo, tampah dari pintu kepintu. Jika nasib mujur, kerja seharian dirinya bisa membawa uang Rp 300 ribu. Itu berarti dia punya keuntungan Rp 30 ribu. Namun jika sepi. Kerja sehariaan tak ada satupun dagangan yang laku terjual.

Berjualan perabot rumah tangga, dilakukan mbah Tentrem sejak masih usia remaja atau sekitar 45 tahun lalu. Penghasilan pas pasan jauh jika dibanding era tahun tujuh puluhan. Hal ini dapat dimaklumi karena saat ini hampir semua peralatan hidup dan rumah tangga terbuat dari plastik, besi atau logam. Jarang orang menggunakan peralatan tradisional yang terbuat dari bambu atau tanah. Jika ada jumlahnyapun relatif sedikit.

Tidak ada pilihan lain bagi nenek bercucu 3 ini selain menjajakan dagangan. Semua dilakukan demi  bertahan hidup, sekaligus melestarikan budaya leluhur. Itulah potret mbah tentrem. Berat, keras dan melelahkan, tapi semua dijalani dengan senang hati dan telaten.(aiva)

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...