Klaten Bangun 10 Bank Sampah

Klaten mattanews- Perhatian Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terhadap masalah sampah tampaknya tidak main main. Setelah hampir dua bulan lebih “dipusungkan” dengan banjir sampah yang terjadi di Klaten,  kini Klaten akan membangun sebuah TPA (tempat Pembuangan Akhir) modern bertekhnologi Jerman di Troketon dan  10 unit bank sampah di 10 lokasi. Dana yang dianggarkan Rp 150 milliar bantuan dari Pemerintah Jerman dan Rp 4 milliar diambilkan dari APBD tahun 2015.


Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Klaten
Drs. H. Bambang Sigit Sinugroho, Kepala Bapeda Klaten

“ Kami telah menganggarkan dana sebesar Rp 4 milliar lewat APBD tahun ini, untuk pembuatan 10 bank sampah di seluruh wilayah Klaten. Semua yang berkaitan dengan prosess perencanaan, metode dan cara kerja bank sampah itu sendiri, secara tekhnis telah kami serahkan sepenuhnya ke Badan Lingkungan Hidup Klaten”, ujar Drs. H. Bambang Sigit Sinugroho, Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Klaten.

Lebih lanjut Bambang menandaskan, masalah sampah adalah masalah serius yang harus mendapat penangan khusus. Untuk itu selain perhatian dari Pemerintah, peran aktif masyarakat terhadap sampah harus ditumbuh kembangkan. Kita harus mengubah kesan negatif terhadap sampah menjadi sesuatu yang positip dan berguna. Karena jika dikelola dengan baik sampah merupakan sumber pendapatan yang tidak sedikit dan bernilai ekonomis.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup Klaten Ir. Bambang Sugiyantoro menjelaskan, ada 10 bank sampah yang akan dibangun di sepuluh tempat dengan anggaran keseluruhan Rp 4 milliar atau Rp 400 juta/bank sampah. Dengan menggunakan metode 3 R yakni Reduce, Reuse dan Recycle, diharapkan masalah sampah di Klaten akan segera teratasi.

Sepuluh tempat yang rencananya akan dibangun bank sampah antara lain, Tegalgondo dikecamatan Wonosari, Tambakboyo kecamatan pedan, Towangsan kecamatan gantiwarno, Ngelinggi dan Bareng lor di kecamatan kota, Sumberjo kecamatan Klaten selatan, Bugisan dikecamatan Prambanan, Tanjungsari kecamatan Gatiwarno, Pakisin dikecamatan Cawas, serta di desa Sabrang kecamatan Delanggu.          

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup
Ir. Bambang Sugiyantoro 
Untuk tiap bank sampah lanjut Bambang membutuhkan lahan sekitar 300 meter persegi. Dengan dibangunnya bank sampah ini, peran masyarakat setempat akan diberdayakan. Warga dapat mengolah sampah dari hulu sampai hilir. Sampah yang semula dipandang sebagai sesuatu yang menjijikan kedepaan, sampah akan dicari karena banyak mendatangkan keuntungan.

Kunci dari semua itu lanjut Bambang merubah pola pikir masyarakat terhadap perilaku sampah. Karena jika dikelola dengan benar tidak ada satupun sampah yang dibuang percuma. Ada sampah layak buang, sampah layak kompos, sampah layak jual dan ada sampah layak kreasi. Semuanya dapat terwujud jika bank sampah sudah beroprasi dan didukung peran aktif masyarakat.

Jika proyek ini sudah berjalan menurut Bambang, pemisahan sampah kering basah atau sampah plastik yang ada ditingkat RT/RW akan berjalan efektif. Karena sampah yang sampai di Bank sampah akan dipilah pilah oleh petugas. Sampah yang laku dijual sebagai barang bekas seperti plastik dan lainya akan disendirikan, sementara sampah organik diolah menjadi pupuk kompos siap pakai. Jika semua berjalan, kedepan tidak ada lagi sampah yang dibuang.

Timbunan Sampah
”Dalam mengoprasikan alat tersebut kita akan berdayakan atau memakai  masyarakat setempat. Sehingga peran aktif masyarakat setempat sangat kita butuhkan. Dan ini bagian dari upaya mengurangi pengangguran dan menambah pendapatan masyarakat”, ujar Bambang.(goes/tev)  
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...