Joho Dibuka, Sampah lancar



Klaten mattanews – Banjir sampah yang sempat “menenggelamkan” kebersihan kota Klaten Jawa Tengah dalam sebulan terakhir ini, sedikit demi sedikit mulai dapat diatasi. Dibukanya kembali Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) di Joho Kecamatan Prambanan, untuk sementara mampu mengatasi produksi sampah di Klaten yang tiap harinya mencapai 250 meter kubik. Untuk sementara  sampah dibuang ke TPA Joho sambil menunggu dibangunya pusat pengolahan sampah modern di
Troketon, Kecamatan pedan Klaten tahun 2016.

“ Telah ada kepakatan antara Pemda dengan pihak desa Joho Prambanan, dimana sampah bisa di buang di TPA Joho, namun dengan beberapa kesepakatan persyaratan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Dalam hal ini ada dana kopensasi bagi desa sebesar Rp 300 juta ditambah jaminan kenyamanan selama TPA dibuka “, tandas Drs Abdul Mursyid MT Kepala Dinas Pekerjaan Umum Klaten  saat ditemui diruang kerjanya.

Menyinggung masalah sampah di Klaten, Drs Abdul Mursyid menjelaskan pada tahun 2016 nanti Klaten akan membangun TPA sampah modern berteknologi canggih mengadopsi tehnologi pengolahan sampah di Jerman. Dengan model ini nantinya sampah bukan lagi musuh masyarakat, namun menjadi komoditi produktif yang mampu menghasilkan uang dan bermanfaat bagi manausia.

Untuk membangun sarana tersebut, lanjut Mursyid dibutuhkan lahan minimal 5 hektar. Diharapkan proses pembebasan tanah di Desa Troketon seluas 5 hektar akan segera terealisasi, sehingga pembangunan pengolahan limbah modern dapat segera dibangun. “ Saat ini proses pembebasaan lahan di troketon sudah mulai berjalan. Untuk sementara sudah ada 1,5 hektar yang diberikan rakyat, sisanya masih dalam proses lanjutan”, tandas Mursyid.

“ Kalau dulu orang keberatan dan menolak lokasinya dijadikan tempat pembuangan akhir sampah (TPA), besok kebalikanya. Warga senang dan beruntung karena dengan pengolahan limbah modern, hampir semua limbah bermanfaat. Tidak ada bau menyengat dan banyak menyerap tenaga kerja. Untuk itu  mudah mudahan masyarakat Troketon segera dapat memahami dan mau merelakan tanahnya dibeli Pemda demi kepentingan yang lebih besar lagi”, lanjutnya. (tev)       

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...