Goa Lowo di Jurang Manggal, Obyek Wisata Agrowisata Kedepan

Klaten mattanews   Hingga saat ini Klaten, sebuah kabupaten yang ada di propinsi Jawa Tengah ini  tidak pernah punya sesuatu yang  memiliki branding khas Klaten.  Entah itu kuliner, wisata, industri atau kesenian. Semua yang ada serba abu abu dan setengah setengah. Ini Terjadi  karena selama ini Klaten tidak pernah punya pemimpin yang berani, tegas  dan peduli terhadap sesuatu yang khas Klaten. Akibatnya dalam setiap hal banyak masyarakat Klaten yang lari keluar daerah.  Padahal Klaten  sangat kaya potensi.  Mulai dari pertanian,  kesenian,  kuliner,  wisata hingga dunia olah alah raga. Namun tak ada satupun yang bisa menjadi mercusuarnya Klaten.  

Goa Lowo di Jurang Manggal, Klaten
Goa Lowo dan Jurang Manggal,Klaten

Dalam dunia wisata,  Klaten dulu sempat punya obyek wisata alam Ndeles Indah. Namun sayang tempat wisata yang hanya berjarak 6 kilometer dari puncak Merapi itu kini tinggal nama. Tak ada lagi yang dapat dan patut dibanggakan disana. Air sulit,  minim fasilitas, sarana dan prasarana tidak ada.
Gunawan, plt Kepala Desa Tlogowatu
Gunawan, plt Kepala Desa Tlogowatu.
Kini ada satu lagi obyek wisata dilereng gunung Merapi yang memiliki prospek cerah jika digarap secara profesional. Yakni Goa Lowo dan Jurang Manggal yang ada di dukuh Narum,  Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang. Alamnya yang indah serta lokasinya mudah dijangkau sangat cocok untuk wisata alam. 

“ Didasar jurang ada mata air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sementara diatasnya terdapat sebuah goa penuh dengan kelelawar,  sehingga oleh masyarakat  dinamai  goa lowo. Tempat ini cocok untuk Agrowisata”, ujar Gunawan plt Kepala Desa Tlogowatu.

Menurut Sekdes yang menjabat Kepala Desa ini, wilayah Jurang Manggal dan sekitarnya sangat cocok untuk kawasan Agrowisata. Pemandangan yang indah serta aneka tumbuhan produksi yang ada sangat mendukung jika Jurang Manggal menjadi kawasan Agrowisata. Apalagi disekitar jurang dan goa banyak kita temui kera yang cukup akrab dengan penduduk setempat.  

Dengan luas lahan sekitar 3 hektar pengembangan kawasan jurang Manggal menurut Gunawan sudah masuk RPJM (Rencana Pembangunan Jangka menengah) desa. Kedepan dikawasan tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas,  seperti lahan untuk camping atau kemah, area bermain, flaying fox, gasebo diatas bukit, serta penataan dan penambahan beberapa infra struktur, seperti  fasilitas jalan, arena bermain anak dan lainya.
Goa Lowo di Jurang Manggal, Klaten
Goa Lowo dan Jurang Manggal, Kemalang, Klaten
Dengan luas wilayah 466.5 hektar   dan 3494 jiwa, wilayah Tlogowatu khusunya dusun Narum sangat potensi dijadikan obyek agrowisata  alternatif untuk wilayah lereng Merapi. Beberapa faktor pendukung yang dapat dibanggakan antara lain, daerah penghasil duren Jawa paling potensial dan kelezatannya sudah diakui hingga luar kota. Disamping beberapa produk unggulan lainya seperti, cengkeh, pete, jengkol, manggis dan sengon.

“ Kami selaku perangkat desa dan seluruh warga setempat sangat berharap, greget membangun yang dimiliki warga, segera mendapat respon dari Bupati. Dan sudah saatnya Klaten punya obyek wisata lereng Merapi yang bagus, seperti Tawangmangu di Karanganyar, Kaliurang di Sleman, Sarangan di Lawu”, ujar kepala desa.(viavia)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...