Empat Pilar Menuju Klaten Lebih Baik



Klaten mattanews – Pilkada Klaten memang baru akan digelar berapa bulan lagi. Namun suhu politik di Klaten sudah mulai menghangat, menyusul telah dibukanya pendaftaran calon Bupati dan wakil oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Klaten dan menetapkan 17 bakal calon yang telah dinyatakan lolos seleksi pendaftaran tahap pertama.
Salah satu bakal calon Bupati dari PDIP yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Klaten adalah Purwanto Anggoro Cipto, satu satunya calon dari birokrasi yang kini masih menjabat sebagai asisten I Bupati. Segudang pengalamannya baik dijajaran pemerintahan, organisasi, dan birokrasi, membuat dirinya tergerak untuk mendarmabaktikan sisa hidupnya untuk memajukan Klaten dan bermanfaat bagi umat.
Empat Pilar dibawa sosok Purwanto guna membangun Klaten kedepan. Reformasi mental, reformasi birokrasi, pelayanan masyarakat Prima serta pemberdayaan masyarakat maksimal,  adalah gerakan serentak yang harus dilakukan jika ingin membangun Klaten menuju yang lebih baik lagi.  Tanpa 4 pilar tersebut sulit bagi Klaten untuk mengejar ketertinggalnya dari daerah lain dalam segala aspek kehidupan.
Berbincang santai dengan mattanews diteras rumahnya yang asri dikawasan perkampungan Metuk Kidul, Klaten selatan, tampak tidak ada sedikitpun kesan ambisi dan sombong dari raut wajah dan tutur katanya. Semua mengalir apa adanya.
“ Tidak sedikitpun ambisi dalam jiwa saya untuk berkuasa menjadi Bupati. Jika saya sekarang ikut  mencalonkan diri maju sebagai Bupati Klaten, semua karena niatan ibadah agar hidup saya bisa lebih  bermaanfaat bagi orang lain. Sebagai putra daerah saya punya tanggung jawab memajukan Klaten demi kemashalatan orang banyak”, ujarnya.
Klaten memang sudah saatnya berubah. Menurut Ketua PMI Klaten ini, harus ada pemimpin yang berani menjadi pelopor gerakan perubahan agar Klaten mampu kembali menjadi mercusuarnya Jawa tengah seperti beberapa puluh tahun lalu. Kejayaan Klaten masa lalu, baik sebagai daerah lumbung pangan Nasional, sebagai kabupaten koperasi dan lainya, semua kini tinggal kenangan. Ini yang harus dikembalikan, agar Klaten punya jati diri  
Landasan dasar untuk merubah semua itu ialah merubah menset jajaran birokrasi di Klaten dari mentalitas pejabat menjadi mentalitas pelayan. Dalam arti sudah saatnya sebagai pejabat kita mampu menjadi pelayanan dan melayani masyarakat bukan laagi sosok pejabat yang sok berkuasa dan harus dihormati.
Ketika mentalitas di jajaran Birokrasi sudah tertata dengan baik, maka akan sulit menemukan pejabat korupsi atau pegawai yang berdediksi rendah. Paraktis semua pelayan terhadap masyarakat akan semakin prima. Dan ini berdampak pada peningkatan kualitas pekerja dan hasil pekerjaan.
Jika semua sudah terbentuk maka akan mudah bagi kita untuk memberdayakan potensi masyarakat secara maksimal baik dibidang ekonomi, misalnya perkoperasian, pertanian, perkebunan, industri dan lainya. Disektor Budaya, bagaimana saatnya Klaten memiliki budaya asli yang harus bisa menjadi trade marknya Klaten. Disamping sektor lainya, seperti perikanan, industri, pariwisata, kopersi hingga kuliner berlabel Klaten, seperti misal dulu Klaten dikenal sebagai kota ayam panggang.
“ Itu sekilas gambaran dan prograam yang akan saya bawa, jika memang masyarakat Klaten menghendaki saya memimpin Klaten tercinta ini. Saya tidak mengobral janji, tapi akan berusaha dan bekerja secara maksimal dengan satu tujuan, menuju Klaten sejahtera dengan ekonomi yang mapan”, ujarnya.( goes )   
    
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...