Empat Generasi Soto Kare Koplakan Andong



Soto kare "koplakan andong"
Soto kare "koplakan andong"
Klaten mattanews – Murah, meriah namun hueenake pool. Dijamin mak nyoss, jika kita mampir dan menikmati soto dan kare yang satu ini. Soto dan kare Koplakan andong, Klaten, Jawa Tengah, nama yang sud
ah begitu familier di telinga masyarakat Klaten khsususnya mereka yang gemar menikmati soto panas nan lezat.
Namun siapa sangka jika warung soto pinggir jalan yang hanya berdinding seng dan penuh dengan langes warna hitam usianya sudah mencapai 4 generasi. Jika satu generasi 15 tahun maka, diperkirakan soto koplakan andong yang berada dipinggir pasar gede kota Klaten ini sudah ada sejak tahun 1955.
Nama soto koplakan andong sendiri dikenal karena letaknya yang berada di pinggir koplakan andong ( terminal dokar ) yang ada dipojok pasar Klaten. Di era tahun 60 hingga tahun 70 an, ditempat ini tiap harinya minimal terdapat 20 hingga 40 dokar yang siap beroprasi sebagai sarana transportasi masa itu. Namun seiring perkembangan jaman, kini ditempat ini tiap harinya tak lebih dari 3 dokar yang masih setia mangkal untuk mencari penumpang.
Lezaat dan amak nyos.. dijamin gobyos, jika kita datang ke soto dan kare koplakan andong yang kini di tangani ibu ratih sebagai generasi ke empat. Dengan harga Rp 4 ribu/porsi, kita bisa menikmati kelezatan soto koplakan andong yang tak kalah lezatnya dengan menu restoran. Sebagai pendamping soto, aneka lawuh juga tersedia komplit di warung ini. Mulai dari sate usus, sate kikil, ayam, perkedel, tempe hingga tahu yang masih panas kebul kebul.
“ Saya adalah generasi ke empat yang meneruskan usaha ini. Tempat dan suasananya tidak ada yang berubah. Hanya beberapa gedek yang keropos kita ganti seng. Sedang warna hitam yang diakibatkan langes karena asap saat memasak sengaja kita biarkan. Sehingga selain dikenal dengan nama soto koplakan andong tempat ini juga disebut sebagai soto langes. Karena hampir seluruh ruangan warnanya hitam asap”, ujar Ny ratih pemilik warung.
Buka jam 6 pagi, tutup sore warung ini memang tak pernah sepi pembeli. Mulai dari tukang becak, politisi, hingga pegawai nyaris  tak pernah absen datang untuk sarapan atau makan siang. Soto atau kare yang panas dengan sambel yang super pedes... waoww.. membuat mereka yang ngantuk jadi gembrobyos dan semangat. “ Mak pyar..mas kalau habis nyoto disini’, tandas bu Ratih.
Tempat dan pelayanan yang sederhana namun penuh dengan keramahan dan kesan kekeluargaan, membuat soto koplakan tak pernah sepi pengunjung. Soto koplakan juga melayani pesanan soto atau kare bagi mereka yang punya hajat.
Anda penasaran dengan kelezatan soto koplakan andong,  atau soto langes yu Ratih, ajak temen atau  keluarga anda menikmati. Dijamin mak pyarrr  gembrobyos. (nov)    


Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...