Drs.H. Bambang Sigit.MM dan Klaten Kedepan

Klaten Mattanews – Kalem,  cuek, nggak banyak omong, tapi selalu pasti dan optimis. Didalam pikiranya banyak tertuang ribuan gagasan untuk kemajuan Klaten. Dari tokoh ini pulalah kemana  arah pembangunan Klaten kedepan ditentukan.


Kepala Bapeda Pemkab Klaten
Drs.H. Bambang Sigit.MM
 “ Klaten adalah daerah agraris. Namun pesatnya pertumbuhan ekonomi  serta  industri yang ada, merupakan tantangan  tersendiri, bagaimana kita mampu mensinergiskan keduanya bisa berjalan beriringan tanpa harus mengorbankan predikat Klaten sebagai Kabupaten Koperasi dan pertanian. Hal inilah yang terkadang dilupakan orang  saat bicara  mau kemana Klaten kedepan”, Itulah sepintas gambaran Drs Bambang Sigit Siho.MM Kepala Bapeda Pemkab Klaten, Jawa Tengah ketika bicara tentang Klaten.

Bicang santai dengan mattanews diruang kerjanya usai menjalankan sholat Ashar, putra mantan lurah sepuh Balak, kecamatan cawas Klaten ini berharap ditengah pesatnya sektor industri yang tidak mungkin terbendung, Klaten tetap memiliki jati diri sebagai daerah peyangga pangan Jawa Tengah. Untuk itu sebagai daerah agraris pertanian tetap dipertahankan, tanpa harus mengesampingkan sektor industri.

Menurut Bambang, rencana pembangunan Klaten ke depan memang harus dipersiapkan secara matang. Terutama yang menyangkut masalah peralihan lahan produktif menjadi kawasan industri. Pola tata ruang kota dan desa, pembagian zoning atau kawasan yang disesuaikan dengan peruntukan, menjadi perioritas utama untuk selalu dikaji dan di evaluasi sejauh mana tingkat relevansinya dengan perkembangan yang ada. Hal ini penting agar arah pembangunan di klaten berjalan dengan baik, tanpa menimbulkan dampak dikemudian hari.  

Ketika menyinggung tentang Klaten sebagai kawasan Agropolitan, dengan tegas  mantan Kepala Badan pengelolaan Keuangan Daerah ( BPKD ) mengatakan, hal itu tidak semudah yang diucapkan. Sebagai orang yang dipercaya membawa arah pembangunan Klaten ke depan, Bambang menjelaskan harus ada konsep dan investasi yang matang jika memang Klaten mau dibawa kesana.  Termasuk penentuan kawasan, lahan , jenis apa yang akan menjadi komoditi produksi serta investasi yang tidak sedikit. 

Car Free Day Klaten
Car Free Day Klaten
Namun demikian menurut Bambang Klaten sebenarnya sudah melakukan dan menjadi daerah agropolitan sejak dulu. Tumbuhnya industri kecil dan menengah, yang bersinergis dengan melimpahnya hasil pertanian, perikanan, dan peternakan adalah bagan dari yang disebut Agropolitan.
 ” Klaten sebenarnya sudah melakukan dengan apa yang disebut dengan istilah Agropolitan. Hanya karena tempat industri dan produksi tidak satu kawasan hal tersebut tidak tampak. Tapi secara sitim Klaten sudah melakukan sejak dulu”, ujarnya.

Telah banyak sumbang sih hasil pemikiran dari pejabat berpenampilan sederhana, kalem namun blak blakan tanpa tedeng aling - aling kalau bicara ini. Banyaknya ruang publik, taman serta penataan kota Klaten yang terus dilakukan adalah bagian dari obsesinya, Klaten mampu menjadi tuan rumah bagi warganya sendiri. Bahkan tahun ini dirinya sudah menganggarkan dana Rp 1 milliar untuk pembangunan hutan kota di daerah Gergunung Klaten Utara.

“Kita ingin Klaten banyak memiliki, ruang publik, teman bermain anak dan keluarga dengan segala fasilitasnya yang nyaman dikunjungi. Sehingga kita tak perlu pergi ke luar kota kalau hanya ingin sekedar santai dengan anak dan keluarga. Dan ini akan terus kita kembangkan, sehingga warga Klaten betah tinggal di Klaten dan merasa nyaman hidup ditanah kelahiranya”,tegas Bambang(novi/via)    
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...