Demam Gapuro Landa Klaten



Klaten mattanews – Jika di beberapa daerah kini tengah demam batu akik yang menyentuh semua lapisan, beda halnya dengan yang terjadi di Klaten jawa tengah. Saat ini hampir diseluruh pelosok wilayah Kabupaten Klaten tengah dilanda demam pembuatan gapuro. Hebatnya Gapuro yang umumnya  dipasang di mulut jalan masuk perkampungan hampir semua arsitekturnya sama, yakni mengandung unsur budaya Cina dan Majapahit kuno.
Tren pembuatan gapuro desa dengan bahan cetakan jadi ini memang lebih irit dan tidak terlalu sulit, dibanding model konvensional dengan bahan baku bata dan plester. Disamping lebih irit dalam hal pembiayaan dengan model gapuro cetakan waktu penggarapan juga bisa dipersingkat. Jika membuat gapuro dengan cara lama memerlukan waktu  lebih dari 10 hari, namun jika bahan cetakan cukup dengan waktu maksimal 3 hari.

Harga gapuro cetakan memang relatif murah. Mulai dari harga Rp 500 ribu hingga Rp 2.000,000 tergantung besar kecilnya bahan. Gapuro cetakan berbahan baku pasir dan semen ini, pertama kali ngetren di wilayah Jawa Timur. Namun kini beberapa pengerajin Klaten telah mampu mentransfer ilmu pembuatanya, sehingga banyak pengerajin Klaten yang sudah mampu berproduksi dan siap melayani konsumen.

Eforia pembuatan gapuro kampung dari bahan cetakan di Klaten dapat dilihat dengan maraknya warga desa yang hampir setiap hari melakukan gotong royong membuat gapuro. Dan hasil pantauan mattanews di lapangan hampir semua kampung kini memiliki gapuro dengan memasang nama kampung diatasnya. Hal ini selain mempercantik wajah kampung juga mempermudah seseorang jika mencari alamat atau daerah yang dituju. ( nov )

Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...