Cakra Husada Gelar Baksos Di Borangan

Klaten mattanews – Sekitar 20 personil tim medis Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten diterjunkan ke Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo dalam rangka kegiatan bakti sosial (baksos) pengobatan gratis. Kegiatan ini cukup mendapat antusias warga setempat yang dengan suka hati berbondong-bondong memeriksakan kesehatannya ke lokasi pengobatan gratis di balai desa setempat, Selasa (10/3).


Direktur RSCH, Made Sumiarta, SE mengatakan kegiatan baksos ini merupakan serangakaian dari kegiatan Program Klaten Sehat yang diusung RSCH sejak dua tahun silam. Tujuan dari kegiatan ini untuk mendekatkan pelayanan kesehatan sedekat mungkin ke tengah masyarakat di Kabupaten Klaten.

RS. Cakra HusadaPemeriksaan Kesehatan Gratis
“Pada baksos di Borangan ini sedikitnya mentargetkan 200 peserta yang ikut dalam kegiatan, diantaranya anak-anak usia PAUD, SD, lansia, serta masyarakat lainnya. Tahun ini RSCH sudah melakukan kegiatan baksos ini sebanyak 11 kali di beberapa wilayah di Kabupaten Klaten, dan target untuk tahun ini sebanyak 50 titik kegiatan baksos,” ungkap Made kepada wartawan.

 Kegiatan baksos pengobatan gratis ini juga mendapat respon positif dari Pemerintah Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo.
Kades Borangan, Pitoyo mengaku sangat mengapresiasi inisiatif RS Cakra Husada Klaten untuk langsung terjun ke masyarakat melakukan pengobatn gratis ini. Kedepan kegiatan ini bisa terus ada dan lebih bisa menjangkau masyarakat yang berada di pelosok-pelosok daerah di Kabupaten Klaten.

“Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan RS Cakra Husada dan mereka siap mengagendakan kegiatan seperti ini lagi di Desa Borangan. Paling tidak setahun maksimal dua tahun sekali,” katanya.
Diakui Pitoyo, kegiatan baksos pengobatan gratis semacam ini rumah sakit lain belum ada yang pernah melakukannya, baru RS Cakra Husada yang mau terjun langsung ke masyarakat. Harapannya hal ini bisa dilakukan oleh rumah sakit lain juga.

“Selama ini warga sakit di desa kami hanya kami arahkan untuk mendapat pelayanan kesehatan ke Polindes maupun bidan desa. Baru kalau memang benar-benar kritis langsung dirujukkan ke rumah sakit,” jelasnya.

Terkait kepemilikan kartu BPJS Kesehatan, di Desa Borangan ini menurut Pitoyo baru sekitar 25 prosen warganya yang sudah memiliki kartu pelayanan kesehatan murah itu. Namun saat ini Pemerintah Desa masih mengupayakan untuk mengarahkan warga untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS, baik secara swadaya maupun instansi.

“Kehadiran BPJS Kesehatan diakui sangat membantu sekali warga yang ingin berobat dan mendapatkan pelayanan kesehatan secara intensif di rumah sakit. Hal ini mengingat biaya pengobatan di rumah sakit cukup banyak, khususnya bagi warga kurang mampu. Dengan hadirnya RSCH yang juga melayani BPJS kesehatan mungkin bisa menjadi angin segar bagi masyarakat yang ingin berobat tanpa khawatir biaya mahal,” pungkasnya. (pras/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...