Ada "Sabotase" Di LPSE Klaten

Klaten mattanews – Proses pelelangan paket pekerjaan di Klaten yang dimulai Maret 2015 lewat ( Lembaga Pengadaan Secara Elektronik ) LPSE Pemkab Klaten diduga “disabotase” pihak tertentu. Akibat kejadian fatal tersebut, Seorang kontraktor terancam gagal mendapatkan pekerjaan. karena tawaran yang diajukan hasilnya tidak muncul dalam pemberitahuan hasil lelang.

LPSE Klaten
Mengacu kepada INPRES No 1 tahun 2015 tentang Percepatan Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah pada dictum KETIGA , pasal 3 : “menyelesaikan  proses pengadaan barang /jasa Pemerintah Daerah paling lambat akhir bulan Maret Tahun Anggaran berjalan, khususnya untuk pengadaan jasa konstruksi yang penyelesaiannya dapat dilakukan dalam waktu 1 ( satu ) tahun”, salah satu kontrator di Klaten melakukan penawaran pekerajaan.

Semua persyaratan yang diperlukan sudah dilampirkan. Mulai dari data administrasi, tekhnis, data kualifikasi lewat LPSE dan proses up load sudah dilakukan. Bahkan bukti up load berikut data jam dan harinya suadah terekam di LPSE Klaten. Tapi begitu ada pemberitahuan hasil lelang pekerjaan, ternyata semua data tersebut tidak masuk ke server LPSE Klaten. Sehingga kontraktor merasa dipermainkan dan dirugikan.

Ir. H. Tarmuji Kontraktor yang merasa dirugikan kepada mattanews mengaku kecewa dengan kinerja yang ada di LPSE Klaten. Karena sebagai kontraktor dirinya sudah melakukan penawaran pekerjaan sesuai mekanisme dan ketentuan yang ada. Tapi setelah hasil pengumuman peserta lelang,  nama perusahaanya tidak tercantum dalam daftar alias nol.

“ Bukti bukti jika saya melakukan penawaran sesuai aturan dan mekanisme yang ditentukan ada. Mulai dari file penawaran, bukti up load mulai dari jam dan harinya ada semua. Tapi kenapa saat dipublikasikan nama nama peserta lelang, nama perusahaan saya tidak muncul “, tandas

Saat ini lanjut Tarmuji pihaknya  meminta keterangan sekaligus penejelasan pada pihak LPSE Pemkab Klaten kenapa masalah tersebut bisa terjadi. Menurutnya hal tersebut sudaaha di apresiasi dan pihak LPSE tengah mengupayakan untuk uji forensik  penawaran yang tidak masuk atau terekam ke Helpdesk LKPP ( Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ). Dimana proses ini membutuhkan waktu antara 1 sampai dengan 2 minggu.

Ketika mattanews melakukan konfirmasi ke kantor LPSE Pemkab Klaten, tidak berhasil menemui satupun staf kantor.  Ruang kantor tertutup rapat. Sementara beberapa sumber yang enggan disebut namanya menyayangkan profesionalisme kinerja LPSE yang kurang maksimal. “ Ini masalah serius yanag harus diperhatikan. Jangan sampai server di LPSE bisa “disabotase” orang luar untuk kepentingan tertentu”, tegasnya.
nya.( aggl/red)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...