TPA Jombor, Banyak Rugikan Warga Sekitar






Mattanews-klaten; Penderitaan panjang yang dirasakan warga Desa Jombor, Kecamatan Klaten Tengah, sangat luar biasa dengan keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kepala Desa Jombor, Agung Widodo MPd kepada Mattanews Sabtu (7/2), menyatakan pencemaran TPA sangat komplek. “Mulai dari baunya, Asapnya juga pencemaran air bersih di sumur-sumur warga. Air suur warga sekitar TPA kletrek-kletrek, sangat tidak layak untuk dikonsumsi”, ujarnya.
Bahkan menurut Agung, pencemaran juga terlihat air sungai kehitaman. Entah ada kaitannya atau tidak yang jelas ini merugikan petani sekitar TPA. Kondisi air sungai yang melewati TPA sangat memprihatinkan. “Terlihat agak kehitaman air sungainya,” imbuh Agung.
Selain itu TPA tidak memberikan kotribusi bagi desa dan warga sekitarnya. “Baru setelah didesak beberapa kali pemerintah membangun jembatan dan pengaspalan jalan untuk warga,” tuturnya.
Diungkapkan Agung bahwa TPA seluas 1 HA lebih ini berada di tanah kas Desa Jombor. Hingga saat masih berstatus sebagai tanah kas Desa. “Sekarang sawah saja ada hasilnya, tetapi, keberadaan TPA ini tidak memberikan pemasukan untuk Kas Desa sama sekali,”ungkap Agung.
Sementara dari info yang diterima Mattanews, sebagain tanah TPA setidaknya yang masuk milayah Desa Gumulan sudah disertifikatkan menjadi milik Pemkab. Belakangan tanah milik Kas Desa Jombor juga dikatakan sudah disertifikatkan menjadi milik Pemkab. Dalam kesempatan tersebut Agung membantah jika Kas Desa Wilayah Jombor sudah diambil alih oleh Pemkab. Menurutnya sampai saat ini tanah tersebut masih milik Desa. (045)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...