MINI MARKET SWALAYAN LARANG JUAL MIRAS


Jenis Minumal Alkohol yang dijual di Toko (Ilustrasi.Mattanews.com

Mattanews.com-KLATEN – Mini market atau Toko modern di larang menjual jenis alkohol walaupun dibawah 5%, sesuai Peraturan Mentri Perdagangan (Permendag) No. 6/2015 yang merupakan revisi dari Permendag No. 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.
Dengan adanya Perturan tersebut, disambut baik oleh kalangan DPRD Klaten dan berbagai Laskar Islam Klaten. Karena hal ini sangat berdampak buruk bagi warga masyarakat. “karena mini market dan Toko modern Swalayan yang juga banyak di kunjungi para pembeli anak-anak muda dengan gampang ini akan memicu membeli bila disediakan Bir atau jenis alkohol” Tutur Siswoyo, Laskar Peduli Klaten kepada Mattanews.Com (21/2)
Hal senada, disampaikan kepada Bony Azwar, Ketua MMI Klaten “Kami sangat setuju. Makanya, perlu kesadaran dari pemilik toko modern untuk mematuhi aturan tersebut dengan menarik bir yang dijual. Tentunya, di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi segera menindak lanjuti,” Tandasnya.
Ditandaskan Siswoyo, bila di pasaran masih ditemukan penjualan jenis minuman alkohol walau di bawah 5%, maka Laskar Islam Klaten akan bergerak untuk mencegahnya. “Laskar Islam siap menjaga dan mensosialisasikan Peraturan Mentri Perdagangan tersebut, sebagai Bentuk Amar Ma’ruf Nahi Munkar” Tandas Siswoyo.
Ketua Barisan Muda Klaten (BMK), Nanang mengemukakan dengan adanya aturan dari kementrian Pusat ini hendknya kita juga mengawal Perda yang mengatur hal tersebut. “Walaupun bagaimana produk Perda harus merujuk ke atas, bila menyelesihi maka kita siap untuk mempraperadilkan Dewan bila aturan miras ini beda sikap dengan kementrian” Tuturnya.
Terkait pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang minuman keras (miras), Hj.Ir.Tugiman, Anggota DPRD Klaten, menjelaskan sudah masuk dalam program legislasi daerah (prolegda).
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Klaten, Sugeng Haryanto, menegaskan pihaknya segera menindaklanjuti Permendag No. 6/2015 itu dengan menyosilasiasikan kepada para pemilik minimarket serta pengecer.
“Kami segera sosialisasikan, pemberitahuan kepada minimarket dan seluruh usaha. Kalau masih melanggar tentu akan ada teguran. Kalau memang beberapa kali teguran tidak diikuti, ya bisa saja izin operasional dicabut,” urainya
Pemerintah mengeluarkan Permendag No. 6/2015 yang merupakan revisi dari Permendag No. 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol.
Dalam Permendag lama disebutkan yang bisa menjual bir yakni pengecer yang terdiri dari minimarket, supermarket, hipermarket dan pengecer lainnya.
Sementara, dalam Permendag baru, revisi dilakukan dengan menghilangkan minimarket dan pengecer lainnya. Artinya, minimarket dilarang menjual bir. (Agus)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...