Harga LPG 3k Capai Rp 15.500,-



salah satu agen LPG 3 Kg (Ilustrasi.Mattanews.comk)

Mattanews.com- KLATEN – Setelah gonjang ganjingnya harga LPG 3 kg mulai dari harga Rp 17.500 hingga Rp 20 Ribu. Kini telah ditetapkan seharga Rp 15.500,- sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur yang berlaku.
Kabag Perekonomian Setda Klaten, Srihadi, menjelaskan harga elpiji di tingkat agen yang semula Rp13.500/tabung menjadi Rp14.250/tabung. Sementara, harga elpiji di tingkat pangkalan yakni Rp15.500/tabung dari sebelumnya Rp15.000/tabung. Perubahan harga elpiji 3 kg di tingkat agen tersebut mengacu SK Gubernur No. 541/15 Tahun 2015 dan berlaku sejak Kamis (19/2/2015).
Harga LPG 3 Kg yang tidak stabil ini, akhirnya pihak Pemkab Klaten segera turun tangan mensosialisasikan harga ketetapan LPG 3 Kg seharga Rp 15.500,- kepada seluruh agen dan pangkalan. “ bila ketahuan menjual lebih dari harga ketetapan, pihaknya tidak segan-segan memberikan sangsi. Bila sampai ketahuan dan tidak mempedulikan perubahan harga tersebut, maka akan di laporkan kepada PT. Pertamina dan bisa sampai pada pencabutan ijin: Jelasnya Srihadi Kepada Wartawan.
Terkait harga jual elpiji di tingkat pengecer, Surat Edaran (SE) Bupati terkait harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg juga segera dilayangkan. Selama ini, harga elpiji 3 kg dari pengecer ke konsumen beragam mulai dari Rp17.500/tabung hingga Rp20.000/tabung.
“Kami segera buatkan surat ke bupati terkait HET elpiji 3 kg di tingkat pengecer itu Rp17.000/tabung di seluruh wilayah Klaten. Ini sifatnya imbauan ke pengecer. Nominal itu berdasarkan daya beli masyarakat,” Tandasnya.
Pada bagian lain, Srihadi mengaku hingga kini belum mendapat jawaban dari PT Pertamina terkait usulan penambahan alokasi elpiji 3 kg selama satu tahun. Sebelumnya, pemkab mengusulkan penambahan alokasi tahunan elpiji 3 kg sebesar 15%.
Sementara itu, salah satu pemilik pangkalan di Desa Belangwetan, Klaten Utara, Sudirin, mengaku baru mengetahui perubahan harga elpiji 3 kg dari tingkat agen pada Jumat (20/2/2015). Ia menilai kenaikan harga itu merugikan pangkalan. “Harga di tingkat agen ada kenaikan Rp750/tabung. Sementara, kami harus menjual maksimal Rp15.500/tabung. Kalau seperti ini, ya SK Gubernur merugikan pangkalan karena perubahan harga tidak sebanding,” jelasnya kepada Mattanews.com.(Agus)
Share on Google Plus

Salam mattanes

0 komentar:

Post a Comment

Tanggapan dengan menyertakan identitas tentu akan lebih berharga...